Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM berkolaborasi dengan Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana UGM dalam menyelenggarakan Kuliah Perdana mata kuliah Aplikasi Bioetika 1. Kuliah perdana ini dikemas melalui diskusi rutin Raboan Research and Perspective Sharing yang dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026. Mengangkat topik “Kemitraan yang Berkeadilan dalam Kolaborasi Penelitian Kesehatan Global”, acara ini menghadirkan narasumber Dr. Amalia Hasnida, M.Sc., seorang peneliti pascadoktoral dari Erasmus University Rotterdam, Belanda. Diskusi ini dipandu oleh drg. Agnes Bhakti Pratiwi, MPH, PhD, peneliti CBMH FK-KMK UGM sekaligus dosen Program Studi Magister Bioetika.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan

Menjalani kehidupan dengan penyakit kronis maupun kondisi paliatif merupakan tantangan berat yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penanganan medis, perawatan paliatif yang humanis menekankan pentingnya aspek emosional, etika, dan spiritual dalam menjaga kualitas hidup pasien serta memberikan dukungan nyata bagi keluarga yang mendampingi.
Sebagai bentuk komitmen dalam penguatan kapasitas masyarakat, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) UGM, Puskesmas Tegalrejo, dan Pemerintah Kelurahan Kricak menggelar pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026, bertempat di Balai Kelurahan Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta, dengan melibatkan para kader kesehatan KASIH serta perwakilan keluarga pasien.
Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK bersama Program Studi Magister Bioetika UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (Humanity–Ethical–Legal–Professional Aspects) seri keempat dengan tema “Bioethics in Health Care Services (Part 1)”. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, pada 26 November hingga 3 Desember 2025, ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami serta menghadapi berbagai dilema etik yang semakin kompleks di layanan kesehatan Indonesia.