Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK bersama Program Studi Magister Bioetika UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (Humanity–Ethical–Legal–Professional Aspects) seri keempat dengan tema “Bioethics in Health Care Services (Part 1)”. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, pada 26 November hingga 3 Desember 2025, ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami serta menghadapi berbagai dilema etik yang semakin kompleks di layanan kesehatan Indonesia.
Activity

Di tengah perubahan lanskap pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, bioetika menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap keputusan klinis, kebijakan institusi, hingga pemanfaatan teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Tantangan etik tidak lagi terbatas pada relasi dokter dan pasien, tetapi meluas ke ranah sistemik, regulasi, inovasi teknologi, serta tata kelola pelayanan kesehatan. Menjawab dinamika tersebut, Program Studi Magister Bioetika UGM bersama Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (HELP) Batch 7 Series 5 bertajuk “Bioethics in Health Care Services (Part 2)”.

Apakah krisis lingkungan semata mata merupakan persoalan teknis dan ekonomi, atau justru mencerminkan kegagalan moral yang lebih dalam dalam relasi manusia dengan alam? Banjir, deforestasi, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta konflik lahan bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan pola pengambilan keputusan, kebijakan, dan relasi kekuasaan yang memunculkan pertanyaan etis mendasar tentang tanggung jawab, keadilan, dan nilai lingkungan itu sendiri. Menjawab kegelisahan tersebut, Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu bertema Bioetika Lingkungan pada 26 Februari 2026 di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si dan dihadiri oleh Mahasiswa Baru Magister Bioetika Semester Genap Tahun Akademik 2025 dan 2026.

Keberlanjutan kepemimpinan merupakan fondasi penting dalam menjaga mutu akademik, penguatan tata kelola, serta pengembangan program studi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam konteks tersebut, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Jabatan Ketua Program Studi sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan yang berkesinambungan dan akuntabel.
Serah terima jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika telah dilaksanakan pada 7 Januari 2026 bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Pada kesempatan ini, jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika secara resmi diserahterimakan dari Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA kepada Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes., yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Magister Bioetika untuk periode 2026–2031.

Yogyakarta, 21 Januari 2026 —Raboan Research and Perspective Sharing kembali digelar secara perdana di tahun 2026 dengan menghadirkan narasumber dr. Risahmawati, Dr.Med.Sc., MARS (FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dengan judul “Dari Ruang Kuliah ke Ruang Klinik: Dilema Etik Sehari-hari dalam Pendidikan Profesi Dokter”. Raboan kali ini menjadi forum interaktif untuk membahas tantangan etik yang sering dihadapi mahasiswa profesi dokter di setting klinis.
Risahmawati memaparkan secara komprehensif terkait pengalaman pembelajaran etika klinis yang diterapkan sejak tingkat awal pendidikan profesi di FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa dibiasakan untuk merefleksikan berbagai dilema etik yang mereka jumpai selama di setting klinis, melalui diskusi terstruktur, presentasi, serta umpan balik dari dosen fakultas dan dokter klinis. Pendekatan ini menekankan bahwa:

Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, kembali menorehkan kebanggaan dengan meluluskan lima wisudawan dan wisudawati pada Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Para lulusan tersebut adalah Teresia Sri Sumiyati, Nurafni Julianti, Anak Agung Gedhe Kesuma Yudha, Puspa Sakti Pertiwi, dan Tania Ayu Marcelina.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Grha Sabha Pramana UGM, diikuti oleh seluruh peserta wisuda program pascasarjana dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Setelah prosesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan wisudawan di Sekolah Pascasarjana UGM. Momen tersebut menjadi kesempatan penuh kehangatan untuk merayakan pencapaian para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik di bidang bioetika secara interdisipliner.

Yogyakarta, 25 September 2025 — Dalam dunia pelayanan kesehatan modern, menghormati pilihan dan nilai-nilai pasien menjadi tantangan yang semakin kompleks. Untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan prinsip otonomi pasien dalam praktik klinis, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana UGM bekerja sama dengan Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM dan UNESCO Chair on Bioethics UGM menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Respecting Patient’s Preferences: Autonomy and Practical Approaches in Clinical Care” pada Kamis, 25 September 2025.

Di tengah pesatnya perkembangan riset kesehatan dan medis, muncul pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan penelitian tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga tetap menjunjung tinggi hak, martabat, dan keselamatan manusia? Pertanyaan inilah yang menjadi dasar penyelenggaraan HELP (Humanity–Ethics–Legal–Professionalism) Course 3rd Series dengan tema “Health and Medical Research”.
HELP Course merupakan salah satu agenda rutin yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM. Kursus ini terbuka untuk tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang, dengan tujuan membekali mereka pengetahuan teoritis sekaligus keterampilan praktis di bidang etika kedokteran dan humaniora kesehatan. Program ini terdiri atas enam seri dengan tema yang berbeda-beda, yang relevan untuk diterapkan baik dalam konteks pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari tenaga kesehatan.

Beban merawat anggota keluarga dengan penyakit kronis seringkali tidak ringan. Keluarga dituntut untuk memahami kondisi medis, memberikan dukungan emosional, sekaligus memastikan pasien tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan bermakna. Sayangnya, keterbatasan informasi dan keterampilan membuat banyak keluarga merasa kewalahan. Untuk itulah, perlu ada wadah edukasi dan pelatihan yang mampu memberdayakan keluarga agar siap menjadi pendamping utama dalam perawatan pasien.
Dalam rangka itu, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “SIAP PEDULI (Sosialisasi Kesiapan Keluarga dalam Perawatan Penyakit Kronis dan Paliatif)” pada 25–26 Agustus 2025 di Balai RW 10 Bangunrejo, Kelurahan Kricak, Yogyakarta yang dihadiri oleh 50 peserta terdiri dari para kader dan perwakilan keluarga yang memiliki pasien paliatif.

Menjalani kehidupan dengan penyakit kronis bukan hanya menjadi tantangan bagi pasien, tetapi juga bagi keluarga dan komunitas di sekitarnya. Proses perawatan yang panjang, beban psikologis, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan seringkali membuat pasien dan keluarganya membutuhkan dukungan menyeluruh. Dalam konteks inilah, pendekatan perawatan paliatif hadir untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik, bukan hanya melalui aspek medis, tetapi juga dukungan emosional, sosial, dan spiritual.