Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), terus memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital melalui pengembangan Massive Open Online Course (MOOC). Pada Juli 2026, Tim MOOC Program Studi Magister Bioetika melaksanakan produksi video pembelajaran sebagai salah satu tahapan dalam pengembangan konten MOOC yang memperoleh dukungan Hibah Pengembangan Inovasi Pembelajaran Daring Penuh melalui Mata Kuliah Terbuka Massive Open Online Course (MOOC) Tahun 2026 dari Sekolah Pascasarjana UGM.
Magister Bioetika memperoleh hibah untuk dua judul MOOC yang dikembangkan oleh dosen Program Studi Magister Bioetika. Dalam pengembangannya, masing-masing judul MOOC terdiri atas dua modul, dan setiap modul terdiri atas enam submodul. Dengan demikian, secara keseluruhan Program Studi Magister Bioetika mengembangkan empat modul dan 24 sub modul pembelajaran melalui kedua program MOOC tersebut.
Pengembangan konten dilakukan secara bertahap, mulai dari penyusunan materi, pengembangan struktur modul dan submodul, hingga produksi video pembelajaran. Produksi video yang dilaksanakan pada bulan Juli menjadi bagian penting dalam mentransformasikan materi akademik ke dalam bentuk pembelajaran digital yang lebih komunikatif dan mudah diakses.
Proses produksi melibatkan dosen-dosen Program Studi Magister Bioetika sebagai pemateri, yaitu Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes.; Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M.A.; drg. Agnes Bhakti Pratiwi, M.P.H., Ph.D.; Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, M.A.; Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D.; dr. Nur Azid Mahardinata, M.Bio.Et.; dan dr. Wika Hartanti, MIH.
Keterlibatan para dosen tersebut menghadirkan beragam perspektif keilmuan dalam materi pembelajaran MOOC. Materi yang dikembangkan mencakup penerapan prinsip dan teori etika dalam praktik kesehatan masyarakat, analisis dilema etik, serta penerapan prinsip etika dalam penyelesaian berbagai persoalan kebijakan dan organisasi kesehatan.
Melalui pengembangan dua judul MOOC, Program Studi Magister Bioetika berupaya menghadirkan sumber pembelajaran bioetika yang terstruktur dan berkualitas dalam format digital. Kehadiran MOOC ini diharapkan tidak hanya mendukung proses pembelajaran di lingkungan akademik, tetapi juga memperluas akses masyarakat dan pembelajar dari berbagai latar belakang terhadap pengetahuan bioetika.
Melalui pengembangan MOOC tersebut, Program Studi Magister Bioetika terus berupaya membawa pembelajaran bioetika melampaui batas ruang kelas, sekaligus memperluas diseminasi pengetahuan bioetika.
Penulis: Nachfasari