Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK bersama Program Studi Magister Bioetika UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (Humanity–Ethical–Legal–Professional Aspects) seri keempat dengan tema “Bioethics in Health Care Services (Part 1)”. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari, pada 26 November hingga 3 Desember 2025, ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memahami serta menghadapi berbagai dilema etik yang semakin kompleks di layanan kesehatan Indonesia.
Berita SDGs
Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada turut berbangga atas partisipasi salah satu mahasiswa, dr. Paulus Widjanarko Brotosaputro, M.M., sebagai pembicara dalam Kongres Nasional KMKI (Komunitas Medis Katolik Indonesia) yang diselenggarakan pada Rabu, 17 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Paulus membawakan materi bertajuk “Bioetika dan Panggilan Medis: Pentingnya Bioetika bagi Komunitas Medis Katolik di Indonesia”. Materi ini menyoroti pentingnya bioetika sebagai landasan moral dan refleksi kritis dalam praktik pelayanan kesehatan, khususnya bagi tenaga medis Katolik di Indonesia.

Di tengah perubahan lanskap pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, bioetika menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap keputusan klinis, kebijakan institusi, hingga pemanfaatan teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan. Tantangan etik tidak lagi terbatas pada relasi dokter dan pasien, tetapi meluas ke ranah sistemik, regulasi, inovasi teknologi, serta tata kelola pelayanan kesehatan. Menjawab dinamika tersebut, Program Studi Magister Bioetika UGM bersama Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM kembali menyelenggarakan Certified Courses on Bioethics for Health Professionals (HELP) Batch 7 Series 5 bertajuk “Bioethics in Health Care Services (Part 2)”.

Apakah krisis lingkungan semata mata merupakan persoalan teknis dan ekonomi, atau justru mencerminkan kegagalan moral yang lebih dalam dalam relasi manusia dengan alam? Banjir, deforestasi, perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta konflik lahan bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Berbagai peristiwa tersebut menunjukkan pola pengambilan keputusan, kebijakan, dan relasi kekuasaan yang memunculkan pertanyaan etis mendasar tentang tanggung jawab, keadilan, dan nilai lingkungan itu sendiri. Menjawab kegelisahan tersebut, Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah tamu bertema Bioetika Lingkungan pada 26 Februari 2026 di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Priyaji Agung Pambudi, S.Pd., M.Si dan dihadiri oleh Mahasiswa Baru Magister Bioetika Semester Genap Tahun Akademik 2025 dan 2026.

Keberlanjutan kepemimpinan merupakan fondasi penting dalam menjaga mutu akademik, penguatan tata kelola, serta pengembangan program studi yang adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam konteks tersebut, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Jabatan Ketua Program Studi sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan yang berkesinambungan dan akuntabel.
Serah terima jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika telah dilaksanakan pada 7 Januari 2026 bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM. Pada kesempatan ini, jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika secara resmi diserahterimakan dari Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA kepada Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes., yang akan mengemban amanah sebagai Ketua Program Studi Magister Bioetika untuk periode 2026–2031.

Kemajuan teknologi kedokteran berlangsung semakin pesat dan menghadirkan berbagai inovasi yang berkontribusi pada peningkatan mutu layanan kesehatan. Di sisi lain, perkembangan ini memunculkan sejumlah pertanyaan krusial, antara lain mengenai batas penggunaan teknologi, upaya menjaga keselamatan pasien, serta tanggung jawab etik dan hukum ketika inovasi berjalan lebih cepat daripada kesiapan regulasi. Isu-isu tersebut menjadi landasan utama diskusi dalam forum RABOAN (Research and Perspective Sharing) yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FKKMK UGM bekerja sama dengan Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada.

Yogyakarta, 21 Januari 2026 —Raboan Research and Perspective Sharing kembali digelar secara perdana di tahun 2026 dengan menghadirkan narasumber dr. Risahmawati, Dr.Med.Sc., MARS (FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dengan judul “Dari Ruang Kuliah ke Ruang Klinik: Dilema Etik Sehari-hari dalam Pendidikan Profesi Dokter”. Raboan kali ini menjadi forum interaktif untuk membahas tantangan etik yang sering dihadapi mahasiswa profesi dokter di setting klinis.
Risahmawati memaparkan secara komprehensif terkait pengalaman pembelajaran etika klinis yang diterapkan sejak tingkat awal pendidikan profesi di FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa dibiasakan untuk merefleksikan berbagai dilema etik yang mereka jumpai selama di setting klinis, melalui diskusi terstruktur, presentasi, serta umpan balik dari dosen fakultas dan dokter klinis. Pendekatan ini menekankan bahwa:

Ketua Tim Peneliti :
Prof. Dr. apt. Sismindari, S.U;
Anggota :
Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, M. A; dr. Wika Hartanti, M.I.H; dr. RM Agit Seno Adisetiadi, Sp.PD,. Subsp.H.Onk.M (K); Mahmasoni Masdar, S.Kep., Ns., M.Kep; Ika Setyasari, S.Kep., Ns., M.N.Sc
Keputusan menghentikan ventilator, menurunkan obat penopang tekanan darah, atau membawa pulang pasien dalam kondisi sangat kritis bukan sekadar tindakan klinis teknis. Di banyak ruang perawatan intensif, pilihan melanjutkan atau menghentikan pengobatan berada di wilayah abu abu antara harapan keluarga, keterbatasan medis, dan ketiadaan payung hukum yang tegas. Tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa kerangka perawatan paliatif dan bioetika dapat membantu tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga menutup perjalanan hidup secara lebih manusiawi sekaligus selaras dengan agenda Sustainable Development Goals atau SDGs.

Yogyakarta, 26 November 2025 – Sebuah penelitian terbaru dari Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada menyoroti dinamika keseharian tenaga kesehatan di puskesmas Kota Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian tenaga kesehatan mengalami tekanan moral dalam menjalankan tugas, terutama ketika tuntutan pekerjaan tidak selalu sejalan dengan kemampuan sistem pelayanan kesehatan.
Penelitian ini melibatkan 85 tenaga kesehatan dari tiga puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta dan menggunakan modifikasi instrumen Measure of Moral Distress–Primary Healthcare Professionals (MMD-HP) untuk memetakan tingkat moral distress. Rata-rata skor yang ditemukan berada pada kategori sedang, menggambarkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan bersama.

Yogyakarta, 22 Oktober 2025 — Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, kembali menorehkan kebanggaan dengan meluluskan lima wisudawan dan wisudawati pada Wisuda Pascasarjana Periode I Tahun Akademik 2025/2026. Para lulusan tersebut adalah Teresia Sri Sumiyati, Nurafni Julianti, Anak Agung Gedhe Kesuma Yudha, Puspa Sakti Pertiwi, dan Tania Ayu Marcelina.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Grha Sabha Pramana UGM, diikuti oleh seluruh peserta wisuda program pascasarjana dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Setelah prosesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan acara pelepasan wisudawan di Sekolah Pascasarjana UGM. Momen tersebut menjadi kesempatan penuh kehangatan untuk merayakan pencapaian para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik di bidang bioetika secara interdisipliner.