
Menjalani kehidupan dengan penyakit kronis maupun kondisi paliatif merupakan tantangan berat yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Tidak hanya berfokus pada penanganan medis, perawatan paliatif yang humanis menekankan pentingnya aspek emosional, etika, dan spiritual dalam menjaga kualitas hidup pasien serta memberikan dukungan nyata bagi keluarga yang mendampingi.
Sebagai bentuk komitmen dalam penguatan kapasitas masyarakat, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) UGM, Puskesmas Tegalrejo, dan Pemerintah Kelurahan Kricak menggelar pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan dan Pendampingan KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu dan Kamis, 15-16 Juli 2026, bertempat di Balai Kelurahan Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta, dengan melibatkan para kader kesehatan KASIH serta perwakilan keluarga pasien.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Lurah Kricak (RR Yunita Iswandari, S.H.), Kepala Puskesmas Tegalrejo (dr. Suharno), serta Ketua Program Studi Magister Bioetika UGM (Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes.). Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali pengayaan materi mendalam serta forum diskusi kelompok interaktif (FGD).
Pada hari pertama, Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes. memaparkan materi mengenai “Manajemen Penanganan Gejala Dasar di Rumah” guna membekali kader dan keluarga terkait langkah-langkah praktis penanganan gejala pasien di lingkungan rumah. Memasuki hari kedua, Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes. menyampaikan materi “Penguatan Aspek Etika dalam Perawatan Keluarga” yang menekankan pentingnya komunikasi sensitif, penghormatan terhadap martabat pasien, serta pengambilan keputusan etis dalam pendampingan keluarga.
Selain pemaparan materi, peserta berpartisipasi aktif dalam sesi Review Program dan FGD Studi Kasus. Sesi FGD ini difasilitator oleh jajaran akademisi dan pakar bioetika UGM, yaitu Prof. Dr. Apt. Sismindari S., Prof. Dr. Christantie Effendy, S.Kp., M.Kes., Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes., dan Dr. Retna Siwi Padmawati, M.A., serta didampingi oleh Ardhini Nugrahaeni, M.K.M., Ika Setyasari, S.Kep., Ns., M.N.Sc., Akbar Wijaya Prayitno Putra, dan Irfan Ari Prasetyo. Melalui FGD ini, para kader dan keluarga pasien dapat saling berbagi pengalaman, mendiskusikan hambatan lapangan, serta membedah studi kasus nyata guna merumuskan solusi pendampingan yang tepat.
Kegiatan tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari program pembentukan KASIH yang telah dirintis sejak tahun 2025, sebagai bagian dari roadmap pengembangan model Community-Based Humanistic Palliative Care (2025-2029). Melalui penguatan pendampingan ini, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri kader serta memperkokoh peran mereka sebagai jembatan antara keluarga pasien dan tenaga kesehatan profesional.
Inisiatif ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan akses layanan paliatif yang inklusif, serta SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan) dengan memastikan kelompok rentan mendapatkan perawatan kesehatan yang bermartabat dan humanis di tingkat komunitas.
Penulis: Afrina Nuria Baheja
Editor: Yeti Susilowati