
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan home visit dan pendampingan kader KASIH (Kader Siaga Perawatan Paliatif Humanis) di Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta, pada 10 Agustus 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian Penguatan dan Pendampingan KASIH yang telah dilaksanakan pada 15–16 Juli 2026.
Kegiatan penguatan pada 15–16 Juli 2026 menjadi tahap awal untuk meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pendampingan kepada pasien dengan kondisi kronis dan keluarganya. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan review session KASIH dan pembagian kelompok, dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD), materi “Manajemen Penanganan Gejala Dasar di Rumah”, serta kegiatan diskusi kelompok dan presentasi.
Pada hari kedua, 16 Juli 2026, kegiatan dilanjutkan dengan materi “Penguatan Aspek Etika dalam Perawatan Keluarga” yang disampaikan oleh Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD berupa studi kasus dan presentasi. Rangkaian penguatan ditutup dengan wrap up serta penyampaian rencana tindak lanjut oleh peserta, Kelurahan Kricak, dan Program Studi Magister Bioetika UGM.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penguatan tersebut, pada 10 Agustus 2026 Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Magister Bioetika melakukan pendampingan melalui home visit. Dalam kegiatan ini, tim mendampingi tiga kader untuk melakukan kunjungan kepada tiga pasien di wilayah Kelurahan Kricak. Home visit dilakukan kepada pasien dengan kondisi gagal ginjal dan stroke.
Pendampingan home visit dilakukan melalui beberapa kegiatan, diawali dengan assessment dan pengecekan kondisi pasien, termasuk pemeriksaan tekanan darah. Tim juga mendampingi kader dalam memberikan edukasi kepada keluarga mengenai perawatan dasar pasien di rumah, seperti latihan Range of Motion (ROM) pasif dan aktif, oral hygiene, serta memandikan pasien di tempat tidur. Selain perawatan fisik, kegiatan juga memberikan perhatian terhadap dukungan emosional bagi keluarga yang mendampingi pasien di rumah.
Kegiatan home visit menjadi kesempatan bagi kader untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kegiatan penguatan sebelumnya secara langsung di lingkungan masyarakat. Pendampingan ini sekaligus memberikan ruang bagi tim untuk mengamati kondisi di lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan maupun tantangan yang dihadapi kader dan keluarga pasien.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan kader dalam mendampingi keluarga pasien kronis. Namun demikian, keluarga masih menghadapi beban pendampingan yang cukup besar di rumah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan agar kader dapat menjalankan perannya sebagai fasilitator perawatan di tingkat komunitas.
Melalui rangkaian penguatan dan pendampingan KASIH, Program Studi Magister Bioetika UGM berupaya berkontribusi dalam membangun komunitas yang lebih peka terhadap kebutuhan perawatan paliatif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara kader, keluarga pasien, Puskesmas, dan Kelurahan Kricak dalam mendukung perawatan paliatif berbasis komunitas.
Keberlanjutan program KASIH diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi bagian dari upaya membangun palliative care-aware community di Kelurahan Kricak dan menjadi model pelayanan paliatif berbasis komunitas yang dapat dikembangkan di wilayah lainnya.
Penulis: Nachfasari