
YOGYAKARTA — Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam penyelenggaraan Public Talk Show “Human Flourishing: Kajian Human Flourishing dari Multi Perspektif” yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-43 Sekolah Pascasarjana UGM. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara Sekolah Pascasarjana UGM, Yayasan Dharma Estetika dan Manusia (YADEMA), dan Program Studi Magister Bioetika UGM.
Public Talk Show tersebut menjadi ruang dialog lintas disiplin untuk membahas konsep human flourishing dari berbagai perspektif, termasuk kesehatan, spiritualitas, sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Tema ini memiliki relevansi kuat dengan kajian bioetika karena human flourishing berkaitan erat dengan upaya mewujudkan kehidupan yang baik, bermakna, bermartabat, serta menghormati nilai dan pilihan setiap individu.
Penyelenggaraan kegiatan ini dikoordinasikan oleh Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA bersama Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes., dengan Dr. Dicky Sofjan selaku Ketua Dies Natalis Sekolah Pascasarjana UGM ke-43. Keterlibatan Program Studi Magister Bioetika dalam kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Prodi untuk memperluas ruang dialog dan penerapan perspektif bioetika dalam isu-isu kemanusiaan yang bersifat multidimensional.
Public Talk Show menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan institusi, yaitu Romo Dr. Albertus Bagus Laksana, SJ., S.S., Ph.D. dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta; Prof. Fatimah Husein, M.A., Ph.D. dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Dr. dr. Andreasta Meliala, M.Kes. dari Human Flourishing Center UGM; Samantha Hauw, Ph.D. dari Deakin University, Australia; serta Dr. Dicky Sofjan dari YADEMA, Globethics, dan IRS UGM.
Diskusi dipandu oleh Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D. dari Human Flourishing Center UGM. Kehadiran para narasumber dengan latar belakang yang beragam memungkinkan konsep human flourishing dibahas secara komprehensif, tidak hanya dari satu disiplin ilmu, tetapi melalui perjumpaan berbagai perspektif mengenai kehidupan manusia dan kesejahteraannya.
Bagi Program Studi Magister Bioetika, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat peran bioetika dalam diskursus mengenai human flourishing. Perspektif bioetika membantu melihat manusia tidak semata-mata sebagai objek intervensi kesehatan, tetapi sebagai pribadi yang memiliki nilai, martabat, otonomi, relasi sosial, serta hak untuk menentukan kehidupan yang dianggap baik dan bermakna.
Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan karakter multidisipliner Program Studi Magister Bioetika dalam membangun jejaring dan mengembangkan kajian yang melampaui batas-batas disiplin. Melalui keterlibatan dalam forum publik seperti ini, Prodi berupaya membawa perspektif bioetika ke dalam percakapan yang lebih luas mengenai kesehatan, kesejahteraan, nilai-nilai kemanusiaan, dan kualitas kehidupan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan pemahaman mengenai kesejahteraan dan kualitas hidup manusia; SDG 4: Quality Education melalui pertukaran pengetahuan dan pembelajaran lintas disiplin; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara Program Studi Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana UGM, YADEMA, dan berbagai akademisi serta institusi mitra.
Melalui kolaborasi tersebut, Program Studi Magister Bioetika UGM terus memperkuat kontribusinya dalam menghubungkan pendidikan, kajian bioetika, dan kebutuhan masyarakat, sekaligus membuka ruang dialog multidisipliner untuk memahami dan mendorong terciptanya kehidupan manusia yang lebih sehat, bermartabat, dan bermakna.
Penulis: Yeti Susilowati