• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Program Studi Bioetika
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Pengelola dan Staf
    • Afiliasi
      • CBMH FK-KMK UGM
      • Unesco Chair on Bioethics UGM
    • Fasilitas
      • Sarana Prasarana
    • Akreditasi & Penjaminan Mutu
      • Akreditasi
      • Penjamin Mutu Internal
    • Tracer Study dan Kepuasan Pengguna
      • Survei Kepuasan Pengguna Lulusan
      • Tracer Study
  • Akademik
    • Keilmuan Bioetika
    • Dosen Pengajar
    • Kurikulum
    • Lulusan Bioetika
    • Academic Life
    • Publikasi
      • Karya Ilmiah
      • Publikasi Dosen Pengajar
    • Layanan Mahasiswa
      • Bimbingan Konseling
      • Layanan Kesehatan
      • Unit Layanan Disabilitas
  • Kemahasiswaan
    • Alumni
    • Galeri
    • Tesis
    • Prestasi
  • Kabar Terbaru
  • Info
    • FAQ
    • Pendaftaran
    • Administrasi Akademik
    • Kalender Akademik
    • Informasi Yudisium
    • Download
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Archive
  • Berita SDGs
  • Studi UGM Ungkap Tantangan Moral Tenaga Kesehatan Puskesmas di Kota Yogyakarta

Studi UGM Ungkap Tantangan Moral Tenaga Kesehatan Puskesmas di Kota Yogyakarta

  • Berita SDGs, Penelitian
  • 26 November 2025, 11.38
  • Oleh: ahmaddedi83
  • 0

penelitian magister bioetika

Yogyakarta, 26 November 2025 – Sebuah penelitian terbaru dari Magister Bioetika, Sekolah Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada menyoroti dinamika keseharian tenaga kesehatan di puskesmas Kota Yogyakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian tenaga kesehatan mengalami tekanan moral dalam menjalankan tugas, terutama ketika tuntutan pekerjaan tidak selalu sejalan dengan kemampuan sistem pelayanan kesehatan.

Penelitian ini melibatkan 85 tenaga kesehatan dari tiga puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta dan menggunakan modifikasi instrumen Measure of Moral Distress–Primary Healthcare Professionals (MMD-HP) untuk memetakan tingkat moral distress. Rata-rata skor yang ditemukan berada pada kategori sedang, menggambarkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan bersama.

Tiga faktor yang paling sering muncul meliputi beban dokumentasi administratif yang tinggi, keterbatasan fasilitas dan peralatan, serta komunikasi tim yang belum optimal. Faktor-faktor tersebut berpotensi menghambat efektivitas pelayanan, meskipun tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

Temuan ini memberikan gambaran penting bagi pemerintah daerah, institusi kesehatan, dan pemangku kebijakan. Upaya seperti penyederhanaan alur administrasi, peningkatan sarana pelayanan, penguatan kolaborasi tim, dan sistem pendukung organisasi dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, efisien, dan berkelanjutan.

Melalui sudut pandang etika kesehatan masyarakat, studi ini menegaskan bahwa kesejahteraan tenaga kesehatan merupakan fondasi penting dalam menjaga mutu pelayanan primer di Indonesia. Puskesmas yang kuat berarti masyarakat yang lebih sehat dan sistem kesehatan yang lebih tangguh.

Temuan penelitian ini memiliki relevansi kuat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam memperkuat sistem kesehatan primer yang berkeadilan. Upaya mengurangi moral distress tenaga kesehatan berkontribusi langsung pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan penyedia layanan. Lingkungan kerja yang mendukung, etis, dan manusiawi selaras dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), sementara pemerataan sumber daya puskesmas membantu mendorong SDG 10 (Reduced Inequalities). Selain itu, peningkatan tata kelola organisasi, transparansi, dan budaya kerja kolaboratif juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Untuk mencapai perubahan berkelanjutan, diperlukan kemitraan lintas sektor antara akademisi, pemerintah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat, sesuai dengan semangat SDG 17 (Partnerships for the Goals).

 

Kontributor: Ika Setyasari, S.Kep.Ns., M.N.Sc

Editor: Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom

Tags: Magister Bioetika Penelitian SDGs 16 SDGS 17

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

  • Magister Bioetika bersama CBMH FK-KMK UGM Selenggarakan HELP Batch 7 Series 5 Bahas Dilema Etik Pelayanan Kesehatan
  • Dari Krisis Lingkungan ke Refleksi Moral: Kuliah Tamu Bioetika Lingkungan Bersama Dr. Priyaji Agung Pambudi
  • Serah Terima Jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika UGM Periode 2026–2031
  • Meneguhkan Etika dalam Perkembangan Teknologi Kedokteran
  • Mengupas Dilema Etik Transisi dari Ruang Kuliah ke Ruang Klinik
Universitas Gadjah Mada

SEKOLAH PASCASARJANA LINTAS DISIPLIN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

PRODI MAGISTER BIOETIKA

Gedung Sekolah Pascasarjana Lantai 2
Jl. Teknika Utara, Pogung, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55281
Telp. (0274) 544975, 564239
email: bioetika.pasca@ugm.ac.id

 

Social Media:

Instagram
Instagram


TikTok
TikTok

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY