
Yogyakarta, 26 September 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas akademik dan memperluas wawasan lintas disiplin di bidang bioetika, Program Studi Magister Bioetika Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, bekerja sama dengan Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FK-KMK UGM dan UNESCO Chair on Bioethics UGM, menyelenggarakan kegiatan Bioethics Teaching bersama Prof. Dick Willems, MD, PhD dari University of Amsterdam | Amsterdam UMC.
Sesi yang berlangsung pada Jumat, 26 September 2025 di Ruang Sidang A, Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM ini mengusung tema “Ethics as a Scientific Discipline”. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi dari berbagai bidang yang antusias berdiskusi mengenai posisi etika dalam penelitian dan praktik medis modern.
Dalam pemaparannya, Prof. Dick Willems menjelaskan bahwa etika tidak semata-mata bersifat normatif atau filosofis, tetapi juga memiliki dimensi empiris yang dapat diteliti secara ilmiah. Melalui pendekatan empirical ethics, penelitian etika dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai moral diterapkan dalam praktik nyata seperti pelayanan kesehatan, penelitian medis, dan kebijakan publik. Pendekatan ini menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif, seperti wawancara, observasi, hingga survei, untuk menelusuri bagaimana konsep “kebaikan” dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Prof. Dick Willems juga menyoroti pentingnya memahami konteks sosial dan budaya dalam analisis etik. Nilai-nilai moral dan prinsip etika, seperti otonomi, keadilan, dan beneficence, dapat berubah secara historis dan berbeda antar budaya. Oleh karena itu, penelitian etika harus mempertimbangkan variasi konteks, pengalaman, serta hubungan antar manusia.
Melalui berbagai contoh penelitian empiris di bidang perawatan paliatif, teknologi kesehatan, dan advance care planning, Prof. Dick Willems menunjukkan bahwa etika tidak dapat dipisahkan dari dunia nyata. Etika bukan hanya “mengamati dari atas,” tetapi hadir di tengah kehidupan manusia — dalam keputusan, hubungan, dan kebijakan yang menyangkut nilai-nilai kemanusiaan.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pandangan kritis mengenai bagaimana etika dapat diposisikan sebagai disiplin ilmiah yang berpijak pada data, refleksi, dan dialog. Suasana akademik yang terbuka ini menumbuhkan kesadaran bahwa penelitian yang mempelajari penerapan nilai-nilai moral dan prinsip etik dalam praktik kesehatan memiliki peran strategis dalam membentuk sistem kesehatan yang lebih adil, reflektif, dan berorientasi pada martabat manusia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik Prof. Dick Willems di UGM dan memperkuat kerja sama antara UGM dan University of Amsterdam dalam bidang bioetika. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 dan 4, yaitu Good Health and Well-being serta Quality Education, dengan menegaskan bahwa pendidikan dan penelitian etika merupakan elemen penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermartabat, berkeadilan, dan berlandaskan kemanusiaan.
Reporter : Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom