
Yogyakarta, 22 Juli 2025 – Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (SPs UGM) hari ini mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tahap I Hibah Penelitian Dosen SPs Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ruang Sidang Pimpinan, Lantai 2 Sayap Barat, Sekolah Pascasarjana UGM.
Dalam sesi Monev ini, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA., kaprodi Magister Bioetika UGM sekaligus ketua tim peneliti, turut mempresentasikan penelitian berjudul “Eksplorasi Moral Distress pada Praktisi Kesehatan Masyarakat di Kota Yogyakarta.”
Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena moral distress yang dialami praktisi kesehatan masyarakat di Puskesmas wilayah Kota Yogyakarta. Moral distress terjadi ketika tenaga kesehatan menghadapi dilema moral atau keterbatasan sistem yang menghambat mereka dalam memberikan layanan terbaik kepada pasien. Kondisi ini berpotensi menyebabkan burnout, penurunan kinerja, hingga berkurangnya kualitas pelayanan kesehatan.
Metode penelitian yang digunakan mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta kesejahteraan tenaga medis. Sebagai bagian dari komitmen Prodi Bioetika UGM, riset ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-Being) dan Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth).
“Luaran penelitian ini ditargetkan untuk publikasi di jurnal ilmiah bereputasi seperti BMC Health Services Research (Q1) atau Bioethics (Q2), serta pembuatan video 3 Minute Thesis sebagai bentuk diseminasi hasil penelitian,” jelas Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA.
Kegiatan Monev Tahap I ini merupakan agenda rutin SPs UGM untuk memastikan kemajuan penelitian hibah sesuai rencana. Selain Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA., terdapat beberapa dosen peneliti lain dari berbagai bidang yang mempresentasikan progres penelitian mereka.
Program Studi Magister Bioetika UGM berkomitmen untuk terus mendorong penelitian yang relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat, menghadirkan solusi berbasis etika dan humaniora, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Reporter: Rafi Khairuna Wibisono, S.Kom