• UGM
  • SPs UGM
  • Library
  • IT Center
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Program Studi Bioetika
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Visi, Misi dan Tujuan
    • Pengelola dan Staf
    • Afiliasi
      • CBMH FK-KMK UGM
      • Unesco Chair on Bioethics UGM
    • Fasilitas
      • Sarana Prasarana
    • Akreditasi & Penjaminan Mutu
      • Akreditasi
      • Penjamin Mutu Internal
    • Tracer Study dan Kepuasan Pengguna
      • Survei Kepuasan Pengguna Lulusan
      • Tracer Study
  • Akademik
    • Keilmuan Bioetika
    • Dosen Pengajar
    • Kurikulum
    • Lulusan Bioetika
    • Academic Life
    • Publikasi
      • Karya Ilmiah
      • Publikasi Dosen Pengajar
    • Layanan Mahasiswa
      • Bimbingan Konseling
      • Layanan Kesehatan
      • Unit Layanan Disabilitas
  • Kemahasiswaan
    • Alumni
    • Galeri
    • Tesis
    • Prestasi
  • Kabar Terbaru
  • Info
    • FAQ
    • Pendaftaran
    • Administrasi Akademik
    • Kalender Akademik
    • Informasi Yudisium
    • Download
    • Hubungi Kami
  • Beranda
  • Archive
  • Berita SDGs
  • Meneguhkan Etika dalam Perkembangan Teknologi Kedokteran

Meneguhkan Etika dalam Perkembangan Teknologi Kedokteran

  • Berita SDGs, Kabar Terbaru, Raboan
  • 29 Januari 2026, 09.23
  • Oleh: ahmaddedi83
  • 0

RABOAN BIOETIKA UGM

Kemajuan teknologi kedokteran berlangsung semakin pesat dan menghadirkan berbagai inovasi yang berkontribusi pada peningkatan mutu layanan kesehatan. Di sisi lain, perkembangan ini memunculkan sejumlah pertanyaan krusial, antara lain mengenai batas penggunaan teknologi, upaya menjaga keselamatan pasien, serta tanggung jawab etik dan hukum ketika inovasi berjalan lebih cepat daripada kesiapan regulasi. Isu-isu tersebut menjadi landasan utama diskusi dalam forum RABOAN (Research and Perspective Sharing) yang diselenggarakan oleh Center for Bioethics and Medical Humanities (CBMH) FKKMK UGM bekerja sama dengan Program Studi Magister Bioetika Universitas Gadjah Mada.

RABOAN yang berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2026, mengusung tema “Teknologi Kedokteran: Etika dan Tantangan”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. dr. Carolina Kuntardjo, SpB., FINACS, S.H., M.H., dokter spesialis bedah yang juga berkiprah sebagai akademisi dan praktisi hukum kesehatan, sebagai pembicara utama. Diskusi dipandu oleh NS Wahyu Dewi Sulistyarini, M.S.N. dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang akademik serta profesi kesehatan.

Dalam pemaparannya, Dr. Carolina menekankan bahwa kemajuan teknologi medis harus selalu berjalan beriringan dengan tanggung jawab etik dan profesionalisme tenaga kesehatan. Berbagai teknologi, seperti kecerdasan buatan, sistem informasi kesehatan, pembedahan robotik, hingga layanan telemedisin, pada dasarnya dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi, akses, dan kualitas pelayanan. Namun, tanpa landasan etik yang kuat, pemanfaatan teknologi justru dapat menimbulkan risiko baru, baik bagi pasien maupun bagi tenaga kesehatan itu sendiri.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah urgensi penguatan pendidikan etika bagi tenaga kesehatan sejak dini. Dr. Carolina menggarisbawahi bahwa banyak lulusan baru memiliki kemampuan teknologis yang baik, tetapi belum sepenuhnya dibekali dengan kerangka etik dalam penggunaannya. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan senior menjadi sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai etika dan profesionalisme kepada generasi selanjutnya, agar kemajuan teknologi tidak mengabaikan keselamatan dan martabat manusia.

Diskusi ini juga mengangkat persoalan privasi dan kerahasiaan data pasien di tengah proses digitalisasi layanan kesehatan. Penerapan rekam medis elektronik, penggunaan aplikasi kesehatan, serta kerja sama dengan pihak ketiga membuka potensi kebocoran data dan konsekuensi hukum. Dalam forum ini ditegaskan bahwa data pasien merupakan hak yang harus dilindungi melalui sistem yang aman, terotorisasi, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terkait telemedisin dan telekesehatan, peserta diingatkan bahwa layanan kesehatan jarak jauh memiliki keterbatasan yang tidak dapat sepenuhnya menggantikan pemeriksaan fisik. Pelaksanaannya tetap menuntut akuntabilitas etik dan hukum dari dokter. Kejelasan regulasi serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dipandang sebagai faktor kunci agar layanan ini dapat memberikan manfaat optimal tanpa melanggar prinsip nonmalefisens, yaitu tidak menimbulkan kerugian bagi pasien.

Selain itu, diskusi menyoroti tantangan profesionalisme di era media sosial dan maraknya promosi layanan kesehatan. Edukasi kesehatan perlu disampaikan secara berbasis bukti, proporsional, dan tidak menjanjikan hasil tertentu. Praktik promosi berlebihan, penggunaan testimoni yang menyesatkan, atau tindakan yang merendahkan sejawat dinilai sebagai pelanggaran etik, disiplin, dan hukum yang berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi medis.

RABOAN BIOETIKA UGM

Sebagai penutup, Dr. Carolina menegaskan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam kompetensi profesional tenaga kesehatan. Di tengah pesatnya inovasi teknologi, tidak semua hal yang memungkinkan secara teknis dapat dibenarkan secara etik. Hubungan dokter dan pasien harus tetap menjadi pusat praktik kedokteran, dengan orientasi pada keselamatan, kemanfaatan, dan penghormatan terhadap martabat pasien.

Melalui forum RABOAN ini, CBMH FKKMK UGM bersama Program Studi Magister Bioetika UGM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas ruang diskusi bioetika. Refleksi etik atas pemanfaatan teknologi kedokteran dipandang sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam menjamin kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (SDG 3), memperkuat institusi yang beretika dan akuntabel (SDG 16), serta mendorong inovasi yang bertanggung jawab dan berkeadilan. Dengan menempatkan etika sebagai pijakan utama, pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan serta menghormati hak dan keselamatan pasien.

Tonton video rekaman RABOAN di Kanal Youtube CBMH UGM

—

Tentang RABOAN
RABOAN (Research and Perspective Sharing) merupakan forum diskusi rutin setiap hari rabu yang diselenggarakan oleh CBMH FKKMK UGM bekerja sama dengan Program Studi Magister Bioetika UGM. Forum ini menyediakan ruang multidisipliner untuk refleksi kritis terhadap berbagai isu bioetika di beragam bidang.

Editor : Rafi

Tags: Bioetika UGM Raboan SDGs 16 SDGs 3

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

  • Magister Bioetika bersama CBMH FK-KMK UGM Selenggarakan HELP Batch 7 Series 5 Bahas Dilema Etik Pelayanan Kesehatan
  • Dari Krisis Lingkungan ke Refleksi Moral: Kuliah Tamu Bioetika Lingkungan Bersama Dr. Priyaji Agung Pambudi
  • Serah Terima Jabatan Ketua Program Studi Magister Bioetika UGM Periode 2026–2031
  • Meneguhkan Etika dalam Perkembangan Teknologi Kedokteran
  • Mengupas Dilema Etik Transisi dari Ruang Kuliah ke Ruang Klinik
Universitas Gadjah Mada

SEKOLAH PASCASARJANA LINTAS DISIPLIN
UNIVERSITAS GADJAH MADA

PRODI MAGISTER BIOETIKA

Gedung Sekolah Pascasarjana Lantai 2
Jl. Teknika Utara, Pogung, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55281
Telp. (0274) 544975, 564239
email: bioetika.pasca@ugm.ac.id

 

Social Media:

Instagram
Instagram


TikTok
TikTok

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY